MAJALAH MULAJADI
Membicarakan potensi wisata Samosir memang tidak akan terasa puas bila kita tidak langsung datang dan menginjakkan kaki ke Pulau Samosir . Hal ini wajar karena potensi-potensi wisata di sana sangat banyak hamper di setiap tempat seputaran pulau samosir. Selain keindahan alamnya, juga banyak ditemukan situs-situs budaya yang sangat sacral dan unik. Bila dipadukan dengan cerita sejarah, boleh dibilang daerah ini adalah salah satu lumbung cerita sejarah yang dapat menemani perjalanan wisata Anda. Dari sekian banyaknya obyek wisata alam yang mengandung sejarah, dapat dinikmati di kecamatan Sianjur Mulamula. Misalnya Batu Hobon, Sopo Guru Tatea Bulan, Perkampungan Siraja Batak, Pusuk Buhit, Batu Sawan dan lain sebagainya.Dari atas perbukitan sekitar kaki puncak Pusuk Buhit ini kita dapat melihat secara langsung panorama yang memang sangat indah tersaji. Sebagai wisatawan yang baru pertama berkunjung ke sana pasti akan tertegun sejenak. Selain kita dapat melihat dengan leluasa sebagian besar kawasan perairan Danau Toba, juga dapat menikmati berbagai keunikan-keunikan wisata alam Pulau Samosirnya. dimana pengunjung juga dapat menikmati panorama perkampungan yang menyajikan ornament dan gorga batak. Kampung-kampung itu berada di antara lembah-lembah perbukitan, misalnya perkampungan Sagala, Perkampungan Hutaginjang yang membentang luas.
Selain pemandangan ini, wisatawan yang pernah datang ke sana tentunya akan melihat dan mendengar gemercik aliran air terjun yang berada persis di perbukitan yang berdekatan dengan perkampungan Sagala dan air terjun Sampuran Efrata di kecamatan Harian. Masih dari lereng bukit yang jalannya berkelok-kelok tetapi sudah beraspal dengan lebar berkisar 4 meter, para pengunjung juga bisa memperhatikan kegiatan pertanian yang dikerjakan oleh masyarakat sekitarnya. Malah yang lebih asyik lagi adalah mereka dapat menikmati matahari yang akan terbenam dari celah bukit dengan hutan pinusnya.
Bila hendak menjelajahi puncak gunung tersebut para pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Namun kendaraan-kendaraan tersebut tidak dapat mengantar kita sampai ke puncak bukit. Hanya sampai perkampungan yang berada di lereng bukit bukit tersebut. Bila berkunjung ke samosir lintas darat, anda dapat menikmati pemandangan yang sangat indah dari Menara Pandang Tele di pagi hari. Dari sana akan tampak jelas Puncak Pusuk Buhit dan indahnya perkampungan si Limbong Mulana di Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Dari desa tersebutlah kita memulai perjalan menuju puncak Pusuk Buhit. Dan bila cuaca cerah, kita dapat melihat keindahan sebagian danau toba yang sangat menakjubkan.
Bukan hanya itu saja bila kita menelusuri Gunung Pusuk Buhit. Pengunjung juga dapat menikmati apa yang langsung aek sipitu dai atau air Tujuh Rasa. Konon menurut keterangan dari penduduk setempat sumber mata air ketujuh pancurannya hanya satu mata air. Namun rasanya menjadi tujuh rasa ketika melewati kei tujuh pancurannya. Asin, asam, manis, tawar dan rasa lainnya yang tidak dapat tertuliskan. Rasanya hanya dapat dibedakan oleh orang yang menicicipinya saja. Namun, hamper tidak dapat ditentukan jenis rasanya seperti rasa air yang lazim di temui sehari-hari.
Sampai saat ini, air tersebut masih menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat/penduduk sekelilingnya. Karena di sekitar lokasi, tidak dapat ditemukan sumber mata air tawar yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga tidak mengherankan kalau wisatawan yang datang, sering melihat banyak penduduk sedang melakukan aktifitas mandi/mencuci di bawah mata air sipitu dai.
Menurut penuturan penduduk setempat , keberadaan Aek Sipitu dai ini sudah sangat lama dan melegenda. Tidak satupun informasi yang dapat memastikan usia mata iar tersebut. Dapat diyakini kalau mata air tersebut sudah ada dalam masa sebelum si raja batak lahir dan oleh penduduk setempat dipercayai bahwa mata air tersebut sangat sacral. Dan diyakini aek sipitu dai inilah permandian si Boru Pareme saat bertemu dengan si Raja Lontung yang kemudian dipersunting menjadi Isteri.
Jikalau mata air ini tetap terjaga dan dirawat, tidak tertutup kemungkinan aek sipitu dai akan menjadi ikon pariwisata internasional. Dan diharapkan dapat dinobatkan menjadi salah satu sumber mata air ter unik di dunia. Walaupun rasanya yang sangat unik, belum pernah terdengar sekalipun pengunjung yang mencicipinya merasakan gangguan pencernaan ataupun gangguan kesehatan. Justru para pengunjung sering memasukkan air tersebut ke berbagai wadah/jeregen air dan membawanya sebagai oleh-oleh/souvenir ke asal masing-masing.
Untuk sampai ke aek sipitu dai dapat ditempuh dengan dua jalur berbeda. Pertama, dari kota Pangururan dengan jarak tempuh sekitar 7 km yang melintasi desa tanjung bunga, desa boho lalu masuk melalui simpang Limbong atau dari Tele turun melintasi Menara Pandang Tele, simpang Harian dan masuk ke simpang Limbong. Kedua, dari kota Pangururan menuju Air Hangat/hot spring, beberapa desa di sagala lalu naik ke negeri Limbong yang jarak tempungnya sekitar 15 km lebih. Namun untuk sementara ini jalur kedua ini masih kurang diminati para pengunjung. Selain jarak tempuh lebih jauh, jalan yang akan dilalui masih dalam tahap-tahap perbaikan. Masih banyak badan jalan yang ditutupi tanah longsor dan berlobang-lobang.
Sumber : Dari berbagai tokoh masyarakat Limbong dan penduduk setempat. red
Binolus Purba tua, laho tu pasingkaman
naburju namarnatua-tua, saidapotan pardaraman
borhat laho mangula, sai dao do parmarahan
jumpang naniluluan, dapot najinalahan



sayang,pengelolaanya tidak maksimal
BalasHapus